Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Youth Duke
Kejadian 9 : 11 " Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi. "



Syalom saudara,
     Pada suatu malam, ada seorang wanita muda yang bermimpi bercakap-cakap dengan Tuhan Allah. Dia begitu terpana melihat semua penderitaan dan kejahatan yang ia lihat di sekeliling dunia. Lalu ia mengeluhkan hal itu kepada Tuhan Allah, karena merasa bahwa Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu terhadap segala yang sedang terjadi ini. Namun, dengan lembut Tuhan Allah menjawab, kalau Dia telah melakukannya. Karena Tuhan Allah telah menciptakan dirinya.

     Tuhan Allah bisa saja mengirimkan bencana, seperti yang dilakukan-Nya pada zaman Nuh untuk membasmi semua kejahatan dari muka bumi ini yang telah ada. Tuhan Allah pasti mampu, tetapi Dia tidak mau melakukan pa yang diinginkan oleh manusia. Dia telah berjanji untuk tidak akan melakukan hal seperti banjir besar dan air bah seperti di zaman nuh itu lagi. Sebaliknya, Dia memilih untuk bekerja melalui manusia-manusia seperti kita ini. Memanggil dan mengubah kita, kemudian memampukan dan memberkati kita untuk menjadi perealisasi janji-Nya. 

     Seperti halnya yang dilaukan-Nya kepada Rasul Paulus. Dia mengubah Paulus dari seorang penganiaya jemaat menjadi saksi-Nya terhadap semua orang seperti dalam kitab Kisah Para Rasul 22:15, "Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar." Kehidupan dan surat-surat dari Rasul Paulus telah memberi pengajaran, inspirasi, dan penghiburan kepada gereja pada masa-masa awal sampai saat ini. Kekuatan Tuhan Allah telah mengubah Rasul Paulus. Dan ia kemudian dipakai oleh Tuhan Allah untuk mengubah dunia di sekitarnya. 

     Saudaraku yang terkasih, dan yang saya sapa di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. Marilah mulai saat ini kita memohon agar kiranya Tuhan Allah bekerja di dalam hati dan kehidupan kita sehingga melalui kita, Dia akan membuat perubahan di dalam keluarga dan masyarakat, juga di dalam dunia saat ini. Agar kiranya tali perjanjian antara manusia dengan Tuhan Allah melalui perantaraan nabi Nuh tidak terputus, melainkan masih tetap berlanjut.

Kasih Tuhan Yesus Kristus
Selalu Memberkati Kita Sekalian
" Amin "
Youth Duke
Bacaan Agustus: 
Matius 6:13 "dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat."



Saya punya dua pertanyaan untuk Anda hari ini: Pertama, dalam bidang apakah Anda membutuhkan pengendalian diri? Apa yang tidak bisa Anda kendalikan dalam hidup Anda? Kedua, apa yang yang paling membuat Anda takut? Rasa takut akan kegagalan? Rasa takut karena kesehatan yang buruk? Rasa takut akan perceraian? Rasa takut akan penolakan? Rasa takut akan masa depan?

Yesus mengatakan bahwa hal-hal ini adalah materi doa: hal-hal yang harus Anda bicarakan dengan Tuhan. Anda harus berdoa mengenai hal-hal dimana Anda paling tergoda. Anda harus berdoa mengenai hal-hal yang paling Anda takutkan. Yesus memahami ketakutan kita dan pencobaan yang kita alami, Imam Besar kita bukanlah sosok yang tidak bisa merasakan simpati untuk kelemahan kita. Sebaliknya, kita memiliki Imam Besar yang telah mengalami pencobaan dalam segala cara seperti kita juga, namun Dia tidak berbuat dosa. (Ibrani 4:15)

Alkitab mengatakan Yesus datang ke bumi, Dia berjalan di bumi selama tiga puluh tiga tahun, dan Dia mengalami setiap godaan yang dikenal manusia, hal-hal yang sama dengan yang kita alami. Bukanlah dosa ketika merasakan godaan, dosa adalah ketika Anda menyerah pada godaan.

Alkitab mengatakan Yesus mengalami pencobaan terbesar yang pernah ada, namun Dia tidak menyerah. Tapi itu juga berarti ketika Anda berdoa, "Tuhan, saya berjuang di area ini. Saya tidak berhasil disini. Saya terus tersandung. Saya terus jatuh.." Dalam hal ini Allah mengerti karena Yesus telah mengalami pencobaan juga. Dia tahu bagaimana rasanya. Dia tahu bagaimana rasanya ingin menjadi depresi, ingin menjadi marah, dan ingin membalas dendam. Dia tahu bagaimana rasanya ketika disalahpahami dan kesepian.

Karena Yesus "memahami setiap kelemahan kita" (Ibrani 4:15), Alkitab mengatakan kita dapat memiliki "penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." (Ibrani 4:16) Kita memiliki Imam Besar yang mengerti segala kelemahan kita, sehingga kita dapat meminta bantuan-Nya kapan saja untuk mengatasi segala pencobaan yang kita alami.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sumber: Christian Pocket Guide
Youth Duke
Bacaan Minggu ke-4 Juli :
Matius 6:14-15 "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."



Dalam kehidupan Anda, Anda akan terluka oleh orang lain, kadang-kadang sengaja, kadang-kadang tidak sengaja. Bagaimana Anda menangani sakit hati Anda akan menentukan kebahagiaan Anda. Bila Anda memendam sakit hati dalam hidup Anda dan terus menyimpannya, ini disebut kebencian. Jika seseorang menyakiti Anda tahun yang lalu dan Anda masih menyimpannya, itu akan meracuni hidup Anda. Untuk kesehatan dan kebahagiaan Anda sendiri, Anda harus belajar untuk mengampuni.
Demi kebaikan Anda sendiri, lepaskanlah masa lalu. Jika seseorang menyakiti Anda, lepaskan, ampuni mereka. Itulah salah satu nilai berharga dari doa. Doa membantu Anda membongkar luka-luka hati Anda. Pengampunan adalah satu-satunya cara untuk menyingkirkan luka masa lalu. Memaafkan dan melepaskan. Melanjutkan hidup. Pengampunan menghapus rekaman video dari memori menyakitkan yang terus diputar berulang kali dalam pikiran Anda.
Dalam pernikahan saya sendiri, saat dimana saya merasa paling dekat dengan Kay, saat keintiman yang paling dalam adalah setelah terjadinya konflik yang besar. Kami telah menyelesaikannya, kami berdua mengakui kesalahan meminta maaf, dan kemudian kami berdoa bersama. Kesatuan yang dihasilkan dari jenis pengalaman seperti itu tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.
Ketika kita melepaskan sakit hati dan mengampuni orang lain, kita mencerminkan kasih karunia Bapa Surgawi yang memaafkan kita dan terus mengampuni kita. Ini berarti kita telah memberikan kasih kita kepada Tuhan, kita telah memberikan hidup kita pada Allah dan saat kita melakukan itu, kita menyembah Allah. Memberikan pengampunan adalah untuk kebaikan kita sendiri, dimana kita akan mengalami damai sejahtera dan berkat dari Tuhan.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sumber : Christian Pocket Guide
Youth Duke
Bacaan Minggu ke-3 Juli :
Matius 6:12 "dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami"



Kita semua berbuat salah. Kita semua memiliki penyesalan masing-masing. Saya tidak mengukur dengan standar saya, tapi sesuai dengan standar dari Tuhan. Tidak terlalu sukar untuk mengakui bahwa Anda tidak sempurna. Jadi apa yang Anda lakukan saat Anda terjatuh?

Saya mendengarkan sesi psikologi di radio beberapa saat lalu. Seseorang menelpon dan menceritakan betapa dia menyesal atas segala kesalahan yang telah dia lakukan. Dia bertanya "Bagaimana saya dapat memperbaiki segala kesalahan yang telah saya lakukan". Seorang psikolog di radio itu menjawab: "Anda tidak dapat memperbaikinya, Anda harus belajar untuk hidup dengannya." Saat itu saya hampir berteriak ke radio tersebut: "Tunggu sebentar, berikan nomor telepon orang itu! Dia tidak harus hidup dengan menanggung kesalahan tersebut!"

Tidak ada alasan bahwa Anda harus hidup dalam kesalahan Anda. Tuhan memberikan jalan keluar untuk hal ini, yaitu pengakuan dosa. Tuhan berjanji bahwa jika kita mengaku dosa, Tuhan akan mengampuni Anda sepenuhnya. Jika kita hidup dalam kesalahan, artinya kita tidak memanfaatkan pengorbanan Kristus diatas salib. Serahkanlah pada Tuhan segala kesalahan Anda. Lakukan hal ini, mintalah pengampunan pada Tuhan.

Tuhan ingin mengampuni Anda, Anda tidak perlu begitu memohon untuk sebuah pengampunan, Anda tidak perlu menawar atau memberikan apa pun sebagai ganti pengampunan dari Tuhan. 

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sumber : Christian Pocket Guide
Youth Duke
Bacaan Minggu ke-2 Juli :
Matius 6:11 "Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya"



Saat Anda memberikan kasih dan hidup Anda pada Tuhan, Yesus mengajarkan pada Anda untuk menyerahkan segala kekuatiran Anda dengan meminta pada Tuhan untuk menyediakan segala kebutuhan Anda dan kemudian percayalah bahwa Tuhan akan menyediakannya.

Misalnya, kita dapat meminta pada Tuhan untuk memberikan kita makanan yang kita butuhkan setiap hari. Beberapa orang menerjemahkan sebagai berikut, "Berikan kami makanan sehari-hari." Apakah "makanan sehari-hari" itu? Itu adalah kebutuhan dasar dari hidup jasmani yang selalu kita kuatirkan.
Tuhan ingin kita untuk meminta pada-Nya untuk menyediakan kebutuhan kita, sehingga kita tidak perlu kuatir lagi tentang semuanya itu. Tuhan berjanji untuk menyediakan segala kebutuhan kita: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4 : 19)

Tuhan ingin kita untuk meminta pada-Nya untuk menyediakan kebutuhan kita, sehingga kita tidak perlu kuatir lagi tentang semuanya itu. Tuhan berjanji untuk menyediakan segala kebutuhan kita: "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4 : 19)

Apa Anda benar-benar mempercayai hal tersebut? Tuhan berkata bahwa Anda dapat berdoa tentang segala sesuatu. Tidak ada hal yang terlalu besar melebihi kekuasaan Allah. Tidak ada hal yang terlalu sepele diluar perhatiannya pada kita. Segala sesuatu yang Anda kuatirkan dapat Anda bawa dalam doa. Serahkanlah pada Tuhan segala kekuatiran kita.
Saat Anda menyerahkan pada Tuhan tentang segala kekuatiran Anda, Anda harus bercerita detailnya dengan spesifik. Saat Anda berdoa, apa yang Anda lakukan saat Tuhan menjawab "tidak"? Apakah itu berkat? Terkadang berkat datang dari masalah yang Anda hadapi. Anda sebaiknya berhati-hati saat Anda berdoa "Tuhan, berkatilah saya".
Anda menyembah Tuhan dalam doa Anda ketika Anda memberikan cinta Anda, hidup Anda dan kekuatiran Anda. 

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sumber : Christian Pocket Guide
Youth Duke
Bacaan Minggu ke-1 Juli :
Matius 6:10 "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." 



Kita dapat menyembah Tuhan saat kita menyerahkan seluruh hidup kita dalam tangan-Nya setiap kali kita berdoa. Yesus berkata, saat kita berdoa kita harus berkomitmen pada kehendak Tuhan. Setelah saya memberikan cinta saya pada Tuhan, saya berikan juga hidup saya pada-Nya. Perhatikan bunyi doa pada ayat diatas "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga." (Matius 6:10)

Apakah Anda tahu bahwa Tuhan memiliki kehendak yang spesial bagi setiap hidup Anda? Alkitab berkata dalam Roma 12, bahwa rencana-Nya adalah baik dan sempurna bagi hidup Anda. Wujud hubungan kita dengan Tuhan adalah dengan mengatakan "Tuhan, apakah kehendak-Mu dalam hidupku hari ini? Saya ingin melakukan apa yang Engkau inginkan." Di Surga, kehendak Tuhan telah terlaksana dengan sempurna. 

Masalahnya adalah di bumi ini, kehendak Tuhan tidak selalu terjadi dalam hidup kita. Oleh karena itu kita harus berdoa "Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga". Kita berkata "Tuhan, saya ingin menjadi milik-Mu sepenuhnya, Saya ingin melakukan apa yang Engkau kehendaki." Kesuksesan sesungguhnya dalam hidup ini adalah dengan mengetahui apa yang Tuhan inginkan dan berada ditengah-tengah kehendak-Nya.

Atau Anda dapat berkata dengan penuh kesadaran: "Jadilah kehendak-Mu, karena saya tahu kehendak-Mu yang terbaik dalam hidupku dan dalam kehendak-Mu itulah saya mau hidup hari ini". Saat saya masih kecil, saya menonton acara TV yang berjudul "Fathers Knows Best". Bapa Anda di dunia mungkin tidak selalu tahu apa yang terbaik buat Anda, namun Bapa di surga tahu. Itulah gunanya Anda berkata "Jadilah kehendakMu". 

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sumber : Christian Pocket Guide
Youth Duke
Renungan Minggu ke-4 Juni :
Mazmur 119:165 "Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka." 
 
Alkitab mengatakan bahwa Allah telah memberikan setiap orang sebuah ukuran iman.
Apakah Anda tahu bahwa Anda dapat berusaha meningkatkan iman Anda?
Sebenarnya tidak terlalu sulit.
Ini hanya membutuhkan waktu dan ketekunan.

Pikirkan tentang seorang atlet yang berlatih untuk kompetisi.

Selain waktu yang dihabiskan di gym untuk menjaga tubuh mereka tetap fit dan berlatih olahraga, mereka juga menjalankan diet yang sangat ketat.
Seorang atlet Olimpiade tidak akan bisa menjadi yang terbaik jika mereka makan junk food atau mengkonsumsi gula sepanjang waktu.
Dengan cara yang sama, apa yang kita makan secara rohani mempengaruhi kemampuan kita untuk menjadi kuat dalam iman juga.

Roma 10:17 mengatakan kepada kita bahwa "Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus."

Setiap kali Anda membaca Alkitab, setiap kali Anda mendengarkan pengajaran yang berdasarkan Alkitab dan menerima kebenaran dari Firman Tuhan, iman Anda akan semakin meningkat dan memperkuat manusia roh Anda.
Bila Anda mendeposit kebenaran Firman Allah ke dalam hati Anda, maka Firman akan mematahkan setiap perbudakan dan membuat Anda bebas untuk menjadi manusia yang utuh, seperti yang Tuhan inginkan.

Hari ini, jadikanlah Firman Allah sebagai prioritas.

Tingkatkan iman Anda dengan menghabiskan waktu untuk mendengar dan menerima Firman-Nya.
Bila Anda tetap menjaga diri Anda dekat dengan Firman-Nya, Firman Tuhan bukan hanya akan memperkuat dan meningkatkan iman Anda, itu akan melindungi Anda dan menjaga Anda dalam segala jalan yang Anda harus tempuh.
Firman-Nya hidup dan kuat!
Ketika Anda menghabiskan waktu dengan Bapa melalui Firman-Nya, Dia akan menyatakan diri-Nya kepada Anda.
Dia akan menunjukkan jalan-jalan-Nya dan Dia akan membawa Anda ke dalam hidup yang kekal.

Selalu sediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan, karena Firman-Nya adalah terang yang membimbing kita di sepanjang jalan kehidupan.



(Diterjemahkan dari Hope for Today by Victoria Osteen)
Sumber : Christian Pocket Guide