Youth Duke
Do you know the legend of the Cherokee Indian youths' rite of Passage?

His father takes him into the forest, blindfolds him and leaves him alone.  He is required to sit on a stump the whole night and not remove the blindfold until the rays of the morning sun shine through it.  He cannot cry out for help to anyone.

Once he survives the night, he is a MAN.

He cannot tell the other boys of this experience, because each lad must come into manhood on his own.

The boy is naturally terrified. He can hear all kinds of noises. Wild beasts must surely be all around him . Maybe even some human might do him harm.


The wind blew the grass and earth, and shook his stump, but he sat stoically, never removing the blindfold. It would be the only way he could become a man!

Finally, after a horrific night the sun appeared and he removed his blindfold.

It was then that he discovered his father sitting on the stump next to him.  

He had been at watch the entire night, protecting his son from harm.

We, too, are never alone. Even when we don't know it, God is watching over us, sitting on the stump beside us.  

When trouble comes, all we have to do  is reach out to Him.  

If you liked this story, pass it on.
If not, you took off your blindfold  before dawn.

                       Moral of the story:
Just because you can't see God,
Doesn't mean He is not there.

"For we walk by faith, not by sight."
Youth Duke
Bahasa Indonesia memang lebih nyaman.
Coba saja ucapkan kalimat dibawah ini...

Bahasa Indonesia :
"Tiga nenek sihir melihat tiga buah arloji merk Swatch. Nenek sihir mana yang melihat arloji merk Swatch ?"
Bahasa Inggris : 
"Three witches watch three Swatch watches. Which witch watch which Swatch watch ?"
 
Awas muncrat... XD
Labels: 0 comments | edit post
Youth Duke
Renungan Minggu ke-2 Juni:

Daniel 6:1-12


...tiga kali sehari ia berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya (Daniel 6:11).




     Apakah Anda merasa bahwa sekarang ini waktu berjalan dengan begitu cepat? Pada pagi hari kita merencanakan untuk melakukan ini dan itu selama sehari, namun ternyata jam berjalan begitu cepat dan pagi telah berganti dengan malam. Pekerjaan yang kita rancang bakal selesai hari ini ternyata terpaksa tertunda dan diselesaikan besok. Ibu rumah tangga yang menyiapkan segala sesuatu di rumah, tiba-tiba menyadari bahwa hari telah begitu siang setelah selesai memasak. Kurikulum Berbasis Kompeten berdampak pada pemberian tugas yang begitu banyak kepada anak-anak sekolah, kadang-kadang sampai PR pun tidak dapat semuanya diselesaikan. Baru berangkat sekolah, tanpa terasa sudah mau berangkat tidur. Semuanya berjalan dengan cepat dan membutuhkan alokasi waktu yang tidak sedikit.

     Kesibukan yang begitu padat dalam sehari membuat kita harus selektif dalam memilih kegiatan apa yang akan kita lakukan. Kesibukan yang begitu padat juga membuat kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk melakukan segala pekerjaan kita. Jika tidak demikian, kita perkirakan semuanya tidak akan selesai pada waktunya dan kita semakin kerepotan dengan setumpuk kegiatan lain yang sudah menunggu giliran untuk dilaksanakan. Phhhh, capek ya....

     Daniel yang menjadi tokoh dalam perikop hari ini, dapat dikatakan sebagai orang yang sibuk. Betapa tidak, ia adalah seorang pejabat negara yang harus memberi pertanggungan jawab kepada raja supaya raja tidak dirugikan (ayat 3). Pastilah kesibukannya luar biasa banyak. Walaupun demikian, dalam ayat nas, kita membaca bahwa di tengah segala kesibukannya, ternyata Daniel tetap membiasakan diri untuk menyediakan waktu bertemu dengan Tuhannya. Tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya (ayat 11). Hal ini dilakukan tentu karena Daniel menyadari benar bahwa kekuatan yang sejati datangnya dari Allah. Sehingga, walaupun ia sedang sibuk dan menghadapi pekerjaan berat, bahkan berhadapan dengan orang-orang yang iri hati kepadanya, ia tetap mengambil waktu untuk bertemu dengan Tuhannya. Ia tidak takut pekerjaannya jadi terbengkalai. Ia juga tidak takut akan dicopot dari kedudukannya karena ibadahnya kepada Allah.

     Memang jadi manusia harus sibuk, karena kesibukan (pekerjaan) adalah bagian dari hidup kita sebagai manusia. Namun kita harus ingat bahwa kesibukan tidak dapat dilakukan terus- menerus. Jasmani kita membutuhkan istirahat untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak dengan yang baru. Itu hanya dapat terjadi jika kita cukup tidur. Demikian pula dengan rohani kita. Rohani kita butuh istirahat dari segala macam kesibukan agar dapat mengganti semangat yang lesu dengan semangat yang baru. Dan itu hanya bisa didapat jika kita sengaja menyediakan waktu untuk bertemu dengan Tuhan, dalam waktu saat teduh dan dalam waktu doa kita. Jadi jangan sampai terlontar dari diri kita pikiran atau perkataan: “Maaf Tuhan, aku sibuk.”  —Pdt. Sujanto Putro Waskito Wibowo



“Tidak ada waktu! Tidak ada waktu! Terlalu banyak yang harus kulakukan,” Itukah teriakanku selalu?

Sumber : http://www.kristushidup.com
Youth Duke
3 Juni  : Alexandra Paruntu
8 Juni  : Thomas
9 Juni  : Adam, Andri, Hendry
12 Juni : Yuni Tang
17 Juni : Nadine
Youth Duke
TUHAN : Ini TUHAN. AKU mendengar doamu. Jadi AKU ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan TUHAN mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : AKU ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, AKU ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU:Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN: Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung, yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus AKU?". Jika

mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus AKU?".

AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan hanya mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukan hanya proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

GBu..